Campus, Cisco, Networking, Server

Configure Security Device Manager – on Cisco Router.

Apa itu Security Device Manager, di Search aja yaaa…

SDM

Topologi nya:

topologi

Config di sisi router:

# Set Ip address Router juga PC nya, dalam 1 network. klo di ping gk RTO lah.

Step 1 Aktifin HTTP/HTTPS Server di Router nya.

Router(config)# ip http server

Router(config)# ip http secure-server

Router(config)# ip http authentication local

Step 2 Buat User Dengan privilege 15.

Router(config)# username <username> privilege 15 password 0 <password>

Step 3 Configure SSH and Telnet for local login and privilege level 15:

Router(config)# line vty 0 4

Router(config-line)# privilege level 15
Router(config-line)# login local

Router(config-line)# transport input telnet

Router(config-line)# transport input telnet ssh

Router(config-line)# exit

####Install SDM nya####
Program SDM, di Search aja gan di Google.




Hasil nya.... Eng..ing...eng..............
SDM
Advertisements
Standard
Cisco, Linux, Networking, Opensource, Server

Konsep SSH Tunneling dan Kinerja SSH Tunneling

Salam bahagia teman-teman, semoga selalu dalam keadaan sehat. Setelah sebelumnya aku sudah berbagi bagaimana cara membuat akun SSH, tapi kita sendiri kurang mengenal apa itu SSH Tunneling dan bagaimana kinerjanya. Kita cuma tahu SSH Tunneling hanya sebagai proxy chain untuk internet gratis. Jadi mari kita belajar mengenal SSH Tunneling lebih jauh, itung-itung sebagai pengetahuan untuk tips dan trik internet.

SSH Tunneling adalah teknik yang wajib dikuasai hacker. Teknik ini sangat cocok dipakai sebagai backdoor dari dunia luar langsung menembus ke dalam “behind enemy lines” melewati semua firewall, IDS, IPS atau apapun itu di perbatasan. Dalam artikel ini saya juga menjelaskan bagaimana melakukan chaining tunnel, yaitu menyambung tunnel dengan tunnel lain.

Apa itu Tunneling?
Secara sederhana tunneling berarti mengirimkan data melalui koneksi lain yang sudah terbentuk. Kalau anda buka situs internet banking, pasti anda akan membukanya dengan URL berawalan “https”, yang sejatinya adalah data dalam protokol HTTP yang dikirimkan melalui koneksi dengan protokol SSL, atau “HTTP over SSL”, dalam bahasa gaulnya berarti HTTP digendong sama SSL.

SSH dan SSL adalah dua contoh tunneling protocol, keduanya bisa dipakai untuk menggendong data dalam protokol apa saja (tidak hanya http). Hanya bedanya adalah pada SSL dibutuhkan public key certificate dalam format X.509 yang perlu diverifikasi melalui Certificate Authority resmi. SSH tidak memerlukan public key certificate, sehingga lebih sederhana dan lebih mudah dipakai.

Protocol Encapsulation
Dalam kasus https, data dalam protokol HTTP di-enkapsulasi (dibungkus) dalam protokol SSL sebagai payload. Enkapsulasi juga terjadi dalam layer model TCP/IP, yaitu data pada layer yang lebih atas menjadi payload dan di-enkapsulasi dengan protokol pada layer di bawahnya.

Anda tentu tahu boneka lucu terbuat dari kayu dari Rusia bernama Matryoshka. Keunikan boneka ini adalah boneka yang berukuran kecil bisa dimasukkan ke dalam boneka yang lebih besar, dan boneka yang lebih besar juga bisa dimasukkan ke dalam boneka yang lebih besar lagi hingga pada akhirnya hanya ada satu boneka saja yang paling besar. Bila boneka yang paling besar itu dibuka, maka di dalamnya akan ada satu boneka yang lebih kecil, bila boneka tersebut dibuka, maka akan ditemukan boneka lagi yang lebih kecil, demikian seterusnya hingga boneka yang terkecil.

Gambar di bawah ini sangat tepat menggambarkan apa itu protocol encapsulation.

ssh tunneling

Gambar di atas menggambarkan bagaimana data ketika dikirim dienkapsulasi dan dikirimkan melalui protokol yang berada pada layer di bawahnya. Pada gambar di atas bisa dikatakan bahwa email message tersebut dikirimkan dalam bentuk paket SMTP over TCP over IP over Ethernet. Jadi pada akhirnya semua data tersebut akan terkirim dalam bentuk paket ethernet.

Dalam ilustrasi boneka matryoshka, pesan email adalah boneka matryoshka terkecil. Boneka ini dimasukkan dalam boneka matryoshka SMTP yang ukurannya lebih besar, kemudian boneka matryoshka SMTP ini dimasukkan dalam boneka matryoshka TCP, kemudian boneka matryoshka TCP ini dimasukkan dalam boneka matryoshka IP, dan akhirnya dimasukkan ke dalam boneka matryoshka ethernet yang berukuran paling besar.

Jadi boneka matryoshka yang diterima lawan biacara adalah boneka matryoshka yang terbesar. Bila boneka ini dibuka, di dalamnya ada boneka Matryoshka IP yang lebih kecil, dan bila boneka ini juga dibuka, di dalamnya ada boneka matryoshka TCP yang semakin kecil ukurannya. Bila boneka matryoshka TCP ini dibuka, di dalamnya ada boneka matryoshka SMTP yang didalamnya ada matryoshka email message. Email message adalah boneka matryoshka terkecil.

Port Forwarding
Port forwarding atau port mapping pengalihan (redirection) koneksi dari suatu IP:Port ke IP:Port yang lain. Ini artinya adalah semua koneksi yang ditujukan ke IP:Port asal akan dialihkan ke IP:Port tujuan seolah-olah client sedang menghubungi IP:Port tujuan secara langsung.

Contoh: bila kita definisikan port forwarding 127.0.0.1:8080 dipetakan ke 192.168.10.10:80, artinya bila browser di arahkan ke url http://127.0.0.1:8080, maka request HTTP tersebut akan diteruskan ke 192.168.10.10:80. Jadi walaupun pada localhost (127.0.0.1) port 8080 tidak ada web server, namun web browser bisa membuka web pada url http://localhost:8080.

kinerja ssh tunnel

Pada port forwarding tersebut, didefinisikan sehingga klien dari dunia luar bisa mengakses service yang ada pada jaringan internal. Port forwarding yang didefinisikan adalah:
64.130.31.59:10004 –> 192.168.1.103:22
Artinya untuk SSH ke host 192.168.1.103, maka client harus ssh ke IP 64.130.31.59 port 10004.
64.130.31.59:10001 –> 192.168.1.100:22
Artinya untuk SSH ke host 192.168.1.100, maka client harus ssh ke IP 64.130.31.59 port 10001.
64.130.31.59:8080 –> 192.168.1.102:80
Artinya untuk mengakses halaman web di host 192.168.1.102, maka url yang harus dibuka di browser adalah http://64.130.31.59:8080

Port forwarding pada ssh, mirip dengan port forwarding pada gambar di atas, namun ada sedikit perbedaan. Pada port forward gambar di atas, titik koneksi masuk dan keluar sama, artinya koneksi masuk ke IP dan port tertentu, dan koneksi tersebut akan diforward ke tempat lain dari titik yang sama juga. Sedangkan port forwarding pada ssh, titik keluarnya berbeda dengan titik masuknya. Agar lebih jelas, silakan lihat gambar di bawah ini.

Pada gambar di atas pada bagian atas, koneksi yang masuk di titik masuk, diforward ke tujuan dari titik itu juga. Ini adalah tipikal port forwarding di router/proxy. Sedangkan pada gambar di bawahnya, koneksi yang masuk di titik masuk, diforward ke tujuan dari titik lain di ujung sebelah kanan. Kotak panjang yang menghubungkan dua titik berwarna oranye tersebut menggambarkan koneksi ssh. Koneksi yang masuk akan diforward dari ujung koneksi ssh, bukan dari titik masuknya.

Konsep SSH Tunneling
SSH adalah protokol yang multiguna, selain untuk menggantikan telnet, SSH juga mendukung fitur tunneling, port forwarding, download/upload file (Secure FTP), SOCKS proxy dsb. Semua fitur tersebut dibungkus dengan enkripsi sehingga data yang lewat melalui protokol ini aman dari jangkauan hacker.

Dalam ssh tunneling, data yang dikirimkan melalui koneksi ssh akan di-enkapsulasi (dibungkus) dalam paket SSH seperti pada gambar di bawah ini.

Konsep SSH

Selain enkapsulasi paket, dalam ssh tunnel juga dibutuhkan port forwarding. Port forwarding dalam SSH tunnel ada 3 jenis:

  • Local Port Forwarding
  • Remote Port Forwarding
  • Dynamic Port Forwarding

Perhatikan gambar di bawah ini untuk memahami perbedaan antara local port forwarding dan remote port forwarding.

Dari gambar di atas jelas terlihat bahwa perbedaan antara local dan remote port forwarding.
[+] Pada local port forwarding, komputer yang bertindak sebagai ssh client akan menjadi titik masuk koneksi yang akan diforward dan komputer yang bertindak sebagai ssh server menjadi titik keluar. Jadi koneksi yang masuk ke titik masuk di komputer ssh client akan diforward ke tujuan dari komputer ssh server. Gambar di bawah ini ilustrasi lain dari ssh local port forwarding.

[+] Pada remote port forwarding, komputer yang bertindak sebagai ssh server akan menjadi titik masuk koneksi yang akan diforward dan komputer yang bertindak sebagai ssh client menjadi titik keluar. Jadi koneksi yang masuk ke titik masuk di komputer ssh server akan diforward ke tujuan dari komputer ssh client. Gambar di bawah ini ilustrasi lain dari ssh remote port forwarding.

Jadi yang perlu diingat dalam perbedaan antara local dan remote port forwarding adalah posisi titik masuk koneksi yang akan diforward. Bila titik masuknya ada di komputer yang berperan sebagai ssh client, maka itu adalah local port forwarding, namun bila titik masuknya di komputer ssh server, maka itu adalah remote port forwarding.

Dalam bahasa sederhananya, disebut local karena dari sudut pandang ssh client, titik masuknya ada di localhost, dan disebut remote karena titik masuknya bukan di localhost, tapi di komputer ujung sana.

Static vs Dynamic Port Forwarding
Sebenarnya dynamic port forwarding termasuk local port forwarding juga karena pada dynamic port forwarding, titik masuk koneksi yang akan diforward berada di komputer yang berperan sebagai ssh client. Namun pada local dan remote port forwarding biasa (static), IP address dan port asal dan tujuan harus disetting dulu sebelum bisa dipakai, jadi sifatnya statis.

Gambar di atas adalah (static) local port forwarding biasa. Pada local port forwarding biasa (static), setiap pemetaan port asal dan IP:port tujuannya harus disetting satu per satu. Jadi terlihat pada gambar di atas, bila ada 3 tujuan yang ingin dihubungi, maka 3 pemetaan port asal dan IP:port tujuan harus disetting semua sebelum bisa dipakai.

Pada gambar di atas terlihat di ssh client ada 3 port yang LISTEN (3 bulatan merah di sisi ssh client)  untuk 3 tujuan yang berbeda. Perlu dicatat juga bahwa ketiga pemetaan port forwarding tersebut dilakukan di atas satu koneksi ssh yang sama (multiple port forwarding on single ssh connection).

Sedangkan pada dynamic (local) port forwarding, kita tidak perlu menentukan pemetaan port asal dan IP:tujuan untuk setiap tujuan. Kita hanya perlu menentukan port berapa yang akan LISTEN di localhost (di komputer ssh client), dan semua aplikasi bisa memanfaatkan port tersebut sebagai proxy ke tujuan manapun dengan protokol SOCKS (SOCKS proxy). Berbeda dengan gambar sebelumnya, pada dynamic port forwarding di sisi ssh client hanya ada satu port yang LISTEN (hanya ada satu bulatan merah).

Multiple Port Forwarding on Single SSH Connection
Walaupun jarang dipakai, namun sebenarnya ssh mendukung banyak port forwarding dalam satu koneksi ssh. Kalau kita membutuhkan 3 local port forwarding dan 4 remote port forwarding, kita tidak perlu membuat 7 koneksi ssh, cukup satu koneksi ssh saja.

Gambar di atas memperlihatkan ilustrasi multi port forwarding pada satu koneksi ssh yang sama. Dalam satu koneksi ssh tersebut port forwarding yang dibuat adalah:

  • Panah berwarna hitam paling atas adalah local port forwarding.
  • Panah berwarna biru dan biru gelap di tengah adalah dynamic port forwarding.
  • Panah berwarna hijau paling bawah adalah remote port forwarding.

Daripada membuat 3 koneksi ssh untuk masing-masing port forwarding, jauh lebih sederhana dan praktis membuat multi port forwarding pada satu koneksi ssh.

Membuat Local Port Forwarding
Sekarang setelah memahami konseptualnya, kita langsung praktek bagaimana membuat ssh tunnel dengan putty di Windows dan command line ssh di Linux. Command untuk membuat local port forwarding secara umum adalah:

ssh -L localport:servertujuan:porttujuan user@ssh_server
Contohnya adalah:
ssh -L 8888:www.kompas.com:80 admin@serverku.com

Perintah di atas akan membuat semua koneksi ke port 8888 di localhost, dialihkan ke http://www.kompas.com port 80 melalui serverku.com. Titik masuknya adalah localhost:8888 dan titik keluarnya adalah serverku.com. Bila kita membuka browser ke URL http://localhost:8888, request HTTP tersebut akan sampai di http://www.kompas.com:80 melalui serverku.com, artinya dari sudut pandang http://www.kompas.com koneksi berasal dari serverku.com, bukan dari komputer yang menjalankan perintah tersebut. Dalam log web server http://www.kompas.com, IP address visitor adalah ip address serverku.com, bukan ip address komputer yang menjalankan perintah tersebut.

Kalau dalam windows, kita bisa gunakan putty.exe untuk membuat local port forwarding tunnel. Gambar di bawah ini adalah setting untuk forward koneksi localhost:8888 ke http://www.kompas.com:80. Caranya adalah dengan memasukkan 8888 ke dalam field “Source port”, dan memasukkan http://www.kompas.com:80 ke dalam field “Destination”. Setelah itu klik “Add”. Anda bisa menambahkan port forwarding yang lain sebanyak yang anda butuhkan dengan mengulang cara yang sama lalu klik “Add” lagi.

Membuat Remote Port Forwarding
Command untuk membuat remote port forwarding di Linux secara umum adalah:
ssh -R remoteport:servertujuan:porttujuan user@ssh_server

Contohnya adalah:
ssh -R 8080:192.168.1.1:80 admin@serverku.com

Perintah di atas akan membuat setiap koneksi ke serverku.com:8080 akan dialihkan ke 192.168.1.1 melalui komputer yang menjalankan perintah tersebut. Pada log server tujuan (192.168.1.1:80) yang terlihat dari koneksi yang masuk bukan ip address serverku.com. Server 192.168.1.1:80 akan melihat koneksi berasal dari komputer yang menjalankan perintah di tersebut (komputer ssh client).

Kalau dengan putty caranya masukkan 9999 ke dalam kolom “Source port”, kemudian masukkan 192.168.1.1:80 sebagai kolom “Destination”, lalu klik Add. Anda bisa menambahkan banyak port forwarding dalam satu koneksi ssh, dengan cara yang sama, lalu klik Add sebanyak yang anda butuhkan.

Remote port forwarding ini sangat cocok dipakai sebagai backdoor. Bila seorang hacker telah berhasil menyusup hingga “behind enemy lines”, dia bisa membuat remote port forwarding tunnel dari “behind enemy lines” ke server di luar milik hacker. Ini artinya hacker telah membuat terowongan, dengan pintu masuk di luar, dan pintu keluar di “behind enemy lines”. Ingat pada Remote port forwarding, titik/pintu masuk adalah di sisi ssh server, dan titik/pintu keluar di ssh sisi client. Dengan memakai terowongan ini, hacker bisa masuk melalui pintu di servernya sendiri yang berada di luar, dan secara otomatis hacker tersebut masuk ke “behind enemy lines” karena pintu keluar dari terowongan ini ada di “behind enemy lines”.

Chaining Tunnel
Terkadang ketika melakukan penetrasi, di dunia nyata keadaan tidaklah semulus dan seindah teori atau dalam lab. Firewall seringkali membuat kita tidak bisa bebas membuat koneksi ke server yang kita inginkan. Dalam situasi seperti ini kita harus berputar-putar melalu beberapa server, sampai kita bisa mencapai server target.

Perhatikan gambar di atas, target yang akan diserang hacker adalah server D.D.D.D port 3389, yaitu Remote Desktop connection, hacker ingin melakukan remote desktop komputer tersebut. Namun server D hanya bisa diakses oleh server C, dan server C hanya bisa diakses dari A. Hacker sudah menguasai penuh server A dan C, bagaimana caranya hacker tersebut bisa remote desktop ke D ?

Tujuan akhirnya adalah hacker ingin koneksi ke localhost:9999 di laptop backtracknya, akan diforward ke D.D.D.D:3389. Jadi nanti dia tinggal menjalankan RDP client dengan memasukkan localhost:9999, dan dia otomatis akan terkoneksi ke RDP di server D. Sebagai info tambahan, komputer A dan C adalah linux dengan ssh service diaktifkan.

Mari kita coba membuat semua tunnel ini purely hanya dengan ssh.
1. Buat port forwarding localhost:9999 –> C.C.C.C:8888 via A.A.A.A.
Hacker menjalankan ssh client di backtracknya untuk membuat koneksi ke ssh server A.A.A.A. Dalam koneksi ssh ini, dia membuat local port forwarding 9999:C.C.C.C:8888, yang artinya adalah koneksi ke port 9999 di backtrack si hacker akan diforward ke C.C.C.C:8888 via A.A.A.A.

2. Buat port forwarding C.C.C.C:8888 –> D.D.D.D:3389 via C.C.C.C
Di komputer C, hacker membuat koneksi ssh ke localhost (ke C itu sendiri). Dalam koneksi ssh ke diri sendiri ini dia membuat local port forwarding 8888:D.D.D.D:3389. Artinya adalah koneksi ke C.C.C.C:8888 akan diforward ke D.D.D.D:3389 (via C.C.C.C itu sendiri).

Kita membuat 2 tunnel, yang pertama adalah tunnel dengan pintu masuk di backtrack hacker dan pintu keluar di A.A.A.A. Tunnel kedua adalah denngan pintu masuk dan pintu keluar di C juga.

Pada tunnel pertama, koneksi ke pintu masuk di backtrack hacker (localhost:9999), akan diforward ke C.C.C.C:8888 via A.A.A.A Sedangkan pada server C.C.C.C sudah dibuat port forwarding sehingga semua koneksi yang masuk ke C.C.C.C:8888 akan diforward menuju D.D.D.D:3389.

Jadi akhirnya nanti alurnya adalah:
localhost:9999 –> C.C.C.C:8888 –> D.D.D.D:3389

Gambar di atas menunjukkan chain tunnel yang dibuat. Koneksi ke localhost:9999 akan diteruskan ke C.C.C.C:888 dan koneksi ke C.C.C.C:8888 akan diteruskan ke D.D.D.D:3389. Jadi sama artinya dengan koneksi ke localhost:9999 diteruskan ke D.D.D.D:3389.

sumber: ilmuhacking.com Kupas Tuntas SSH Tunneling

Standard
Server

Pentingnya Virtualisasi Server Dalam Pengolahan Data

Tingginya inflasi dan melemahnya ekonomi dunia jadi penyebab banyak perusahaan terpaksa melakukan berbagai pemangkasan, mulai dari pengurangan jumlah karyawan hingga pengurangan biaya perjalanan bisnis, sehingga tidak mengejutkan bila para pimpinan perusahaan juga dituntut menekan pengeluaran serta memaksimalkan investasi teknologi & informasi (TI) perusahaan.

 

Menurut analis dari Gartner, para vendor TI raksasa mulai mengalihkan bisnis mereka dari server besar ke server-server yang lebih kecil dengan mesin yang lebih efisien dan kompatibel satu dengan yang lain.

 

Perusahaan harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk pengadaan server dengan operating system Windows yang standard saja. Belum lagi, karena kapasitas yang dibutuhkan sebenarnya hanya sekitar 20% dari kapasitas yang dimiliki oleh server-server canggih tersebut. Bagi para pemilik bisnis, ini berarti pemborosan.

 

Dengan kata lain, bayangkan jika perusahaan memiliki lima server dengan investasi ribuan dollar untuk membeli piranti lunak (software), padahal, mestinya, satu server saja sudah bisa memenuhi kebutuhan perusahaan tersebut. Berarti kapasitas empat server yang lain tidak terpakai atau tidak diperlukan.

 

Selama bertahun-tahun, Windows server merupakan software yang sangat banyak digunakan dengan berbagai aplikasi penting yang sebenarnya tidak butuh kapasitas sebesar yang dimilikinya. Unix dan Linux dapat berfungsi lebih efisien; dengan kapasitas terpakai sekitar 50% kinerja Unix dan Linux bisa jauh lebih baik dari pada Microsoft. Sayangnya, server-server ini belum banyak digunakan.

 

Virtualisasi adalah tren yang belakangan banyak dibicarakan yang juga merupakan cara tepat untuk memangkas biaya server dan TI perusahaan.

Jika sebelumnya departemen TI mengatur server berdasarkan fungsi dan kebutuhan, misalnya ada server khusus untuk email, dokumen, akunting dan bahkan server khusus untuk printing. Dengan virtualisasi, semua fungsi tersebut dapat dilakukan antar mesin sehingga jauh lebih efisien.

Karena itu, virtualisasi kini menjadi pilihan menarik bagi dunia usaha dan organisasi mulai dari yang berukuran kecil hingga besar.

Selain menghemat biaya, simak beberapa alasan penting lain, mengapa makin banyak perusahaan harus segera melakukan virtualisasi:

 

Meningkatkan kinerja server

Virtualisasi dapat menjalankan dan membuka beberapa aplikasi rumit sekaligus.

 

Hemat biaya

Virtualisai menghemat biaya karena jumlah server yang dibutuhkan jadi lebih sedikit untuk melakukan berbagai program yang dibutuhkan perusahaan.

 

Hemat energi

Tingginya biaya penggunaan energi merupakan salah satu faktor meningkatnya pengeluaran perusahaan. Virtualisasi merupakan solusi tepat untuk menghemat energi dan meredam pengeluaran perusahaan.

 

Penyelamat data

Virtualisasi dapat menyimpan data, mampu melakukan replika jaringan, dan memiliki program untuk menghindari ‘bencana’ kehilangan data.

 

Meningkatkan fleksibilitas

Virtualisasi mampu menjalankan beberapa perintah komputer dari berbagai sumber secara otomatis.

 

Cara Melakukan Virtualisasi

Untuk memulai sistem virtualisasi, sebelumnya para penyedia sistem ini harus melakukan investasi waktu dan dana serta layanan professional. Namun seiring makin banyaknya industri yang menggunakan sistem ini, sekarang sudah tersedia standar yang makin memudahkan perusahaan melakukan virtualisasi.

 

1. Membuka kunci server untuk virtualisasi

Setelah menentukan server atau software mana yang akan di-virtualisasi (atau diduplikasi), pilih komponen mana yang akan dijalankan oleh software tersebut.

Jika Anda perlu membeli peranti keras (hardware) server yang baru, bandingkan pilihan yang ditawarkan secara teliti agar sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan.

Setiap server virtual secara fisik terlihat seperti komputer biasa yang berdiri sendiri – kenyataannya, kebanyakan server virtual menggunakan hanya satu server yang digunakan bersama.

 

2. Mudah digunakan dan digabungkan dengan yang lain

Penggunaan virtualisasi diawali dengan fungsi baru dari server lama yang dimiliki perusahaan, melakukan sambungan komponen peranti keras, lalu melakukan integrasi networking dan sistem penyimpanan. Saat hardware telah siap, pasang software virtualisasi, kemudian pindahkan aplikasi yang ada ke sistem virtual.

Dengan menggunakan software virtualisasi yang dapat secara langsung dipasang pada server, tidak dibutuhkan host operating system tersendiri, sehingga memudahkan vendor maupun perusahaan dalam melakukan integrasi atas piranti yang telah ada.

 

3. Meningkatkan kecepatan dengan biaya murah

Dengan virtualisasi, perusahaan dapat meningkatkan kerja server dan penyimpanan data, mengurangi biaya listrik termasuk untuk pendingin ruangan serta menghemat banyak tempat.

 

4. Keamanan jaringan virtualisasi

Sebagaimana komputer biasa, virtualisasi juga memiliki kekurangan, termasuk masalah keamanan. Untuk mengatasinya, setiap pengguna sebaiknya diberikan akses pribadi untuk dapat menggunakan sistem ini.

Sekarang, Anda dapat menghemat berbagai pengeluaran TI perusahaan dengan mudah.

Selamat datang di dunia virtualisasi!

Sumber:

1. InfoWorld (http://www.infoworld.com/article/08/04/07/15FE-cloud-computing-reality_1.html)

2. Citrix XenServer (http://citrix.com/English/ps2/products/product.asp?contentID=683148)

3. Microsoft enters virtualization with Windows server (http://uk.reuters.com/article/internetNews/idUKN2742106120080228)

4. The virtues of virtualization (http://www.edtechmag.com/higher/march-april-2007/the-virtues-of-virtualization.html)

Standard