Campus, Cisco, Networking, Server

Configure Security Device Manager – on Cisco Router.

Apa itu Security Device Manager, di Search aja yaaa…

SDM

Topologi nya:

topologi

Config di sisi router:

# Set Ip address Router juga PC nya, dalam 1 network. klo di ping gk RTO lah.

Step 1 Aktifin HTTP/HTTPS Server di Router nya.

Router(config)# ip http server

Router(config)# ip http secure-server

Router(config)# ip http authentication local

Step 2 Buat User Dengan privilege 15.

Router(config)# username <username> privilege 15 password 0 <password>

Step 3 Configure SSH and Telnet for local login and privilege level 15:

Router(config)# line vty 0 4

Router(config-line)# privilege level 15
Router(config-line)# login local

Router(config-line)# transport input telnet

Router(config-line)# transport input telnet ssh

Router(config-line)# exit

####Install SDM nya####
Program SDM, di Search aja gan di Google.




Hasil nya.... Eng..ing...eng..............
SDM
Standard
Cisco, Networking

Fungsi ip loopback pada routing protokol ospf

Manfaat IP loopback pada router dan hubungannya routing protokol Ospf..
Jelaskan Summary Route dan Supernetting dan gunanya?

jawab

1. OSPF(open shortest path first) merupakan protokol link state yang memiliki convergence yang cepat. cara kerjanya yaitu, router mengenali seluruh tetangganya dengan paket data yang disebut LSA(link state advertisement), LSA ini berisi informasi routing yang akan disebarkan di antara router-router ospf. Untuk network yang multi akses, terdapat istilah yang disebut dengan DR (designated router) dan BDR (Backup designated router),yaitu router yang berfungsi untuk melakukan proses adjacency, di OSPF tidak semua tetangga akan menjadi adjacency (tergantung pada jenis network dan konigurasi dari router-router yang terlibat).

Nah, sekarang IP loopback, yaitu ip yang digunakan sebagai router id dalam interface-interface loopback. interface loopback sendiri adalah interface logikal, artinya interface ini secara nyata tidak ada atau virtual, oleh alasan inilah ip loopback sangat penting digunakan dalam router ospf.

Jika router ospf idak menggunakan ip loopback :
Secara default router-id dalam sebuah router diambil dari ip tertinggi, hal ini akan menjadi masalah ketika interface ini mati, maka yang akan dilakukan adalah memilih DR/BDR yang baru, akan tetapi jika kasus pada interfacenya mati-hidup dan seterusnya, maka pemilihan DR/BDR akan berulang-ulang dan tidak selesai, dan pertukaran LSA tidak akan terjadi sehingga proses convergence menjadi kacau…
ip loopback mengatasi permasalahan ini, karena ip loopback tidak akan down karena ip ini tidak menghubungkan ke suatu network tertentu atau interface nyata…
ip loopback di set dengan ip yang tertinggi yaitu dengan subnet mask 255.255.255.255…

 

2.Supernetting merupakan tenik pemgabungan dari beberapa alamat network menjadi satu alamat network dengan common Classles Inter-Domain Routing (CIDR) prefik routing. CIDR sendiri yaitu Eliminasi “class” dalam IP address yang hanya mengenal subnet. Superneting mengurangi ukuran dari routing table, secara performa konektivitas menjadi mudah, karena banyaknya network yang ada dijadikan 1. Sehingga router yang dijadikan summary route hanya memasukkan alamat network yang sudah di superneting saja, tidak semua network…

contoh :

terdapat 2 network yaitu,

172.16.2.132/30

172.16.2.120/30

karena octet pertama, kedua, dan ketiga mempunyai nilai yang sama yaitu 172.16.2

maka kita perhatikan octet ke 4, dan kita ubah ke bentuk binernya sehingga :

10000100

01111000

lakukan operasi AND sehingga menjadi 00000000

jadi, networknya 172.16.2.120/24

Standard
Cisco, Networking

Static Routing

nb: @gambar cuma ilustrasi

  • Router ke router : Serial
  • Router ke switch : FastEthernet (boleh pake Ethernet tapi lebih cepat FastEthernet)
  • Switch ke PC : FastEthernet
  • Konektor yang warna merah menggunakan Serial DCE, jadi saat konfigurasi harus disertakan clock rate 64000. Jika menggunakan Serial DTE tidak perlu clock rate.
  • (recommended) Sebaiknya menggunakan Routers yang Generic (Router-PT) agar kita tidak perlu menambahkan modul pada komponen router.
  • (recommended) Untuk Switches gunakan Generic (Switch-PT)
  • Konfigurasi ini menggunakan CLI (command-line interface)
Cara Konfigurasi Static Routing pada Packet Tracer
Setting router
1.       ROUTER 0 (setting 1 serial, 1 FastEthernet)
Router>en            // enable
Router#conf t        //configure terminal
Router(config)#int fa0/0 //setting interface dari router ke switch
Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0  //setting IP dan subnet mask
Router(config-if)#no shut    //mengaktifkan setting diatasnya
Router(config-if)#ex         //exit
Router(config)#
Router(config)#int s2/0      //setting interface serial di router 0
Router(config-if)#ip add 192.168.4.1 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000      //kecepatan clock
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
1.       ROUTER 1 (setting 2 serial, 1 FastEth)
Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 192.168.4.2 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 192.168.5.1 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

ROUTER 2 (setting 1 serial, 1 FastEth)

Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 192.168.5.2 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Cara setting routing :
Router0:
Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 192.168.4.2 //
Router(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 192.168.4.2Router1 :
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 192.168.4.1
Router(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 192.168.5.2

Router2 :
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 192.168.5.1
Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 192.168.5.1

Standard