Cisco, Linux, Networking, Opensource, Server

Virtualisasi Cisco Router

Gk tau judul nya pas apa kagak hahaa.. gw lagi nyobain software GNS3 dan kaget banget, router yang ada di dlm si GNS3 itu bisa di ping dari Leptop gw.

coba liat gambar ini

GNS3-cisco

Centos [running] –> itu OS centos yang gw pake buat proxy server via virtualisasi gw sambungin dengan Main OS gw windows lewat Host Only Adapters nya si Vbox dengan IP centos 192.168.56.101

CMD –> itu windows nya ya gan ip dia punya 192.168.56.2

R1 –> itu router cisco yang ada di GNS3 yang ip nya gw kasih 192.168.56.100

nih gambar topologi nya di GNS3

GNS3-R1

C2 itu PC gw. si router gw konekin ke interface Virtual box Host only adapter. dan hasil nya kayak gambar pertama diatas.

si router bisa ngeping ke Windows gw dan juga ke Centos gw. begitu juga sebalik nya, si router bisa di ping dari 2 OS yang gw pake bersamaan ini. Asli canggih ni software. ajib betul.

 

_Selamat Mencoba_

https://www.facebook.com/groups/kuliax/

 

Advertisements
Standard
Linux, Opensource

Mari berbisnis di dunia Linux dan Opensource

Banyak blog dan website yang mengulas tentang bisnis di dunia Opensource, tapi saya tergelitik untuk menulis artikel tentang hal ini berdasarkan pengalaman saya selama ini.

Linux dan opensource sejak awal sudah digunakan oleh orang-orang untuk menyokong bisnis mereka, baik yang berkaitan dengan IT maupun bukan. Perusahaan-perusahaan developer opensource pun banyak yang berkembang menjadi perusahaan besar dengan omzet Triliunan yang didapat dari bisnis di dunia Opensource ini.

Bagaimana bisa?Apakah kita yang di Indonesia ini tidak bisa seperti itu?Setidaknya apa yang bisa kita lakukan untuk terjun dalam dunia bisnis opensource?

Sebelum membahas tentang hal itu, saya ingin sedikit mengulas sedikit tentang apa itu linux dan opensource serta bagaimana pandangan di mata masyarakat, termasuk pemerintah.
Linux di promosikan di indonesia sebagai OS yang Free dan Opensource. Celakanya sebagian besar menganggap free itu identik dengan gratis. OS nya gratis, forumnya gratis, dan segalanya ingin gratisan. Padahal free diatas adalah freedom atau kebebasan. Mau digratiskan boleh, mau dijual juga boleh, asal memenuhi lisensi dari distro linux yang dipakai tersebut.
Lisensi? Apakah Linux ada lisensi seperti Windows?
Salah kaprah yang kedua. Masyarakat hanya memandang bahwa sesuatu yang berlisensi itu berarti berbayar atau ada royalti nya. Padahal lisensi itu banyak jenis dan macamnya. Tujuan utama ada lisensi lebih ke Hak Cipta, bukan berbayar atau tidak berbayar. Linux yang ada dipasaran juga mempunyai lisensi beragam, bisa GPL, OSI, atau yang lainnya. Bahkan tidak jarang suatu OS itu mempunyai lisensi campuran, antara yang GPL dan lisensi Proprietary.
Dengana adanya lisensi, maka suatu distro Linux atau Program Opensource lainnya, diakui kepemilikannya dan tidak sembarangan bisa dirubah tanpa ijin pembuatnya.
Opensource adalah kode yang terbuka. Di linux, kode pembuatan OS nya disertakan, sehingga masyarakat bisa memodifikasinya. Sekali lagi, hal ini diatur oleh lisensi dari OS linux yang bersangkutan.
Lantas dengan adanya kode terbuka ini berarti Linux rawan, bisa diacak-acak oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab?
Nah, menimbang untung ruginya, justru saya katakan Linux adalah OS yang sangat aman. Kenapa? Karena dengan adanya kode terbuka, maka orang-orang ahli pemrograman diseluruh dunia bisa melihat dan memantau isi dari linux itu. Mereka akan secara cepat mendeteksi adanya bug, error, atau bahkan adanya malware atau trojan yang disisipkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Setiap distro linux memiliki komunitas yang loyal. Anggota-anggota komunitas ini yang bahu membahu melakukan cek dan ricek terhadap distro yang mereka usung. Pembuatan linux adalah sistem gotong royong, dan sistem ini pula yang menjamin keamanan, kestabilan, serta kehandalan suatu distro Linux.

Sayangnya, banyak pihak di dalam negeri dan bahkan pemerintah sendiri, yang tidak memahami konsep opensource ini dan menganggap apa-apa yang berbau opensource adalah murahan dan gratisan.

Jangan putus asa… tinggalkan orang yang kolot dan ganti haluan dengan berfikiran maju 🙂

Berikut ini akan saya bahas tentang beberapa bisnis atau usaha yang bisa dilakukan di dunia Linux dan Opensource , mulai dari yang kecil/menengah, sampai yang kelas Enterprise.

1. Jual aksesoris Linux
Usaha yang mudah di dunia opensource adalah berjualan aksesoris. Tidak seperti OS Proprietary (misalnya MS Windows), Developer linux pada umumnya tidak menjual CD/DVD Installer. Ada pihak ketiga yang bisa melakukan itu. Nah ini peluang usaha yang bagus, modal kecil, dan tidak beresiko. CD/DVD bisa dikemas sedemikian rupa dengan cover yang cantik dan case yang bagus, tidak kalah dengan CD/DVD OS Proprietary yang dijual dipasaran, tentunya akan menambah daya tarik sendiri untuk pembeli.
Bandwidth internet yang minim di Indonesia, adalah peluang untuk membuka bisnis ini, sekaligus sangat membantu sosialisasi Linux ditanah air.
Inovasi lainnya, bisa membundle CD/DVD tersebut dengan ebook atau dokumentasi dari Offcial Distro nya, hal ini akan mempermudah pembeli untuk langsung praktek dan belajar Linux.
Aksesoris tidak terbatas CD/DVD , tapi bisa juga kaos, jaket, baju, boneka, gantungan kunci dan pernik-pernik lainnya.
Layanan yang professional serta kualitas yang baik, akan menyuburkan bisnis anda ini serta tidak menutup kemungkinan akan jadi bisnis yang besar.

2. Instalasi dan Konfigurasi Linux

Sama seperti OS lainnya, banyak pihak yang memerlukan jasa instalasi dan konfigurasi, khususnya orang-orang yang ingin praktis dan tidak mau ribet harus belajar ini itu dulu. Peluang bisnis dijasa instalasi dan konfigurasi terbuka lebar. Skala calon client juga beragam, mulai tingkat pengguna pribadi, warnet, kantor, sampai ke perusahaan.
Jenis bisnis ini juga beragam. Anda bisa menawarkan instalasi dan konfigurasi softwarenya saja, atau anda menjual bundle software beserta dengan hardwarenya dengan harga yang menarik, atau anda bisa tawarkan dukungan perawatan/maintenance secara berkala.
Satu hal yang penting dalam bisnis ini adalah professionalisme. Jangan main coba-coba dengan hardware client jika anda sendiri belum pernah mencobanya. Anda bukan dewa dimana komputer client adalah budaknya yang bisa anda permainkan semaunya. Posisikan diri anda secara professional, kepercayaan client kepada anda itu sangat utama. Jangan memanfaatkan ketidaktahuan client akan teknis, kemudian anda bertindak semaunya dalam memperlakukan komputer-komputer yang dipercayakan client kepada anda.
Ingat, sekali reputasi dan nama baik anda jelek dimata client, maka bisnis anda sudah mendekati ajalnya.

3. Kursus

Bagaimana cara mempelajari linux? Pertama baca dokumentasinya, kedua gabung dan berdiskusi di forum , dan ketiga yang paling mudah adalah ambil KURSUS.
Yup, kursus Linux dan Opensource adalah usaha yang cukup menjanjikan. Bentuknya sendiri bermacam-macam, mulai dari membuat lembaga kursus sampai mengadakan kursus pribadi secara online.
Jika anda tertarik untuk terjun di bisnis ini, satu hal yang utama adalah kurikulum dan modul. Baik berupa lembaga maupun personal, suatu kegiatan kursus membutuhkan kurikulum yang jelas serta modul atau buku panduan.
Kurikulum yang dibuat bisa memberikan gambaran kepada calon peserta kursus, gambaran kualitas kursus yang anda adakan. Kurikulum dan modul yang jelas dan lengkap, tentunya lebih menarik bagi calon peserta, sedang kurukulum dan modul yang singkat dan asal-asalan, membuat iklan kursus anda tidak akan pernah dilirik orang lagi.
Mentor atau pengajar juga sangat penting. Ingat, tidak semua orang yang pintar itu mampu mengajar. Belajar adalah hal yang mudah, tapi mengajar itu gampang-gampang susah. Pengalaman dan cara pembawaan seseorang kemungkinan lebih menentukan dibandingkan tingginya keahlian dari yang bersangkutan. Peserta kursus akan puas, jika mereka berhasil menguasai materi yang diajarkan, bukan karena diajari oleh orang yang ahli.
Pilih dan seleksi benar-benar calon pengajar di lembaga kursus anda, dan jika anda adalah seorang pengajar juga, maka ada baiknya mempelajari ilmu cara mengajar yang baik.

4. Seminar dan workshop

Dimasa sekarang ini linux sudah mulai dikenal oleh masyarakat, meskipun mereka cuma tahunya namanya aja, tapi hal ini membawa peluang ke bisnis seminar atau workshop.
Seminar atau workshop tentang linux dan opensource banyak digemari masyarakat, tinggal bagaimana ide kreatif anda dalam mengemasnya. Pembicara yang kompeten, lokasi yang strategis, fasilitas yang lengkap, harga tiket yang terjangkau, serta tema-tema yang menarik, akan membawa calon peserta membanjiri seminar yang anda adakan.
Promosi adalah unsur yang patut dipertimbangakan benar-benar dan sponsor adalah penunjang dana tambahan bagi anda.
Usahakan promosi dengan semenarik mungkin tapi hindari yang terlalu muluk. Kata-kata promosi “Dijamin anda langsung bisa” jika digunakan sembarangan akan menjadi boomerang bagi anda. Peserta akan menuntut anda, baik langsung maupun cuma menggerutu, jika mereka merasa tidak puas dan tidak sesuai hasilnya dengan apa yang anda janjikan dalam poster dan spanduk acara.

Beberapa bisnis dibawah ini sudah masuk ke kelas Enterprise.

1. Konsultan IT

Di era yang serba maju ini, kebutuhan akan sistem yang stabil dan handal adalah tujuan utama setiap pihak yang memakai solusi IT untuk menunjang pekerjaannya.
Jika anda memiliki keahlian yang mumpuni di bidang Linux dan Opensource, maka tidak ada salahnya membentuk usaha konsultan IT.
Seorang konsultan IT dinilai dari pengalaman dan sertifikasi yang didapatnya, tentu hal ini tidak mudah dan memerlukan biaya yang lumayan.
Konsultan IT seringkali dihadapkan kepada sistem yang kritis, yang benar-benar memerlukan keahlian khusus dalam menanganinya.
Semakin tinggi ilmu, professional, dan nama baiknya terkenal dimasyarakat, semakin banyak order yang datang, tentunya semakin tinggi honor yang diperolehnya.

2. Manage Service Provider

Manage Service Provider istilahnya adalah sub kontraktor IT di perusahaan tertentu. Perusahaan client akan menyewa perusahaan anda untuk menangani urusan IT mereka, kasarnya mereka tidak mau tahu bagaimana caranya, asalkan sektor IT nya bisa menunjang kemajuan bisnis dan perusahaan mereka.
Hal ini bisa bernilai besar, tentunya dengan resiko yang besar pula. Perusahaan anda harus handal dan benar-benar memiliki tenaga ahli yang mumpuni untuk menangani sistem IT di perusahaan client. Dalam hal ini reputasi dan nama baik anda adalah hal yang sangat diutamakan client. Tidak ada celah kesalahan dalam pandangan client, dan andalah yang harus bertanggung jawab penuh akan hal itu jika terjadi demikian.
Sebuah perusahaan MSP biasanya memiliki rekanan dengan developer OS atau program yang dipakainya. Hal ini tentunya akan menjadi jaminan kemampuan untuk mengatasi setiap permasalahan IT di perusahaan client. Seburuk-buruknya situasi, masih ada developernya langsung dibelakang perusahaan anda yang akan membantu secara penuh.

3. Sertikasi professional (Internasional)

Beberapa distro linux enterprise memiliki sertifikasi yang berlaku secara internasional. Anda dapat membuka rekanan dengan mereka, sehingga anda dapat menyelenggarakan sertifikasi professional di Indonesia.
Hal yang perlu diperhatikan, bahwa biaya untuk ini tidaklah murah. Anda akan mengirimkan calon mentor untuk disertifikasi terlebih dahulu, sebelum mereka mengajar. Bahkan lembaga atau perusahaan anda juga diharapkan memenuhi kriteria-kriteria sertifikasi dari developernya.

4. Agen tunggal/Rekanan

Dalam hal ini anda akan bekerjasama langsung dengan perusahaan developer linux atau program opensource. Anda adalah agen tunggal produk mereka untuk dipasarkan di indonesia. Perusahaan anda akan meliputi unit-unit pemasaran barang/jasa, konsultasi, service, dan sertifikasi.
Biaya untuk hal ini sangat besar, dan anda perlu menghitung dengan cermat tentang prospek kedepannya. Jangan sampai developer yang anda ikuti gulung tikar dalam waktu singkat. Andalah yang akan disalahkan oleh client dan ini beresiko besar untuk bisnis anda kedepannya. Pilih perusahaan developer yang bonafid dan terpercaya, hal ini akan membantu bisnis anda untuk terus berkembang.

5. Developer

Jika anda memiliki dukungan dana, teknis, dan pandangan prospek kedepan yang cukup baik, tidak ada salahnya menjadi developer Linux dan Opensource.
Anda bisa melakukannya secara personal atau membentuk Software House atau Developer Distro Linux.
Satu hal yang pasti, software atau distro yang anda buat harus memiliki tujuan yang jelas serta prospek bisnis yang baik. Untuk hal ini jelas diperlukan pengamatan dan evaluasi dalam jangka waktu yang lumayan lama. Software atau OS yang dibuat secara terburu-buru dan hanya mengikuti keinginan developer semata tanpa melihat animo pasar, akan mengakhiri bisnis ini dengan cepat.

Pemasaran, promosi, pendanaan, sistem pengembangan teknis, komunitas, dan segmentasi target bisnis adalah hal-hal yang harus dipertimbangkan matang-matang sebelum membuat suatu produk atau distro linux. Produk yang baik belum tentu diterima oleh masyarakat, suatu produk harus memiliki kegunaaan yang benar-benar dibutuhkan oleh calon penggunanya. Stabilitas, reliabilitas, serta kontinuitas dari pengembangan produk tersebut akan menjadi jaminan banyak atau sedikitnya client yang akan memakai produk anda.

——————————————————————————————
Demikian uraian singkat beberapa usaha atau bisnis di dunia Linux dan Opensource. Sebenarnya jika anda kreatif dan inovatif, maka akan timbul jutaan peluang baru yang akan jadi bisnis yang manis untuk masa depan. Tapi ingat, apapun jenis bisnisnya, jagalah sikap professional dan pertahankan reputasi anda.

Satu hal yang sangat saya sukai dari bisnis di dunia Linux dan Opensouce adalah sifatnya yang fair. Jika seseorang mau bersusah payah belajar menguasainya maka dia akan mendapatkannya dengan biaya murah (kalo tidak boleh dibilang gratis) dan jika seseorang hanya menginginkan implementasi Linux dan opensource dalam menunjang produktifitas pekerjaannya, maka dia hanya perlu menyiapkan kocek untuk membayar teknisi atau Konsultan IT. Adil bukan?

Selamat berbisnis dengan solusi opensource. Sukses bagi anda..

 @andimicro
Standard
Server

Pentingnya Virtualisasi Server Dalam Pengolahan Data

Tingginya inflasi dan melemahnya ekonomi dunia jadi penyebab banyak perusahaan terpaksa melakukan berbagai pemangkasan, mulai dari pengurangan jumlah karyawan hingga pengurangan biaya perjalanan bisnis, sehingga tidak mengejutkan bila para pimpinan perusahaan juga dituntut menekan pengeluaran serta memaksimalkan investasi teknologi & informasi (TI) perusahaan.

 

Menurut analis dari Gartner, para vendor TI raksasa mulai mengalihkan bisnis mereka dari server besar ke server-server yang lebih kecil dengan mesin yang lebih efisien dan kompatibel satu dengan yang lain.

 

Perusahaan harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk pengadaan server dengan operating system Windows yang standard saja. Belum lagi, karena kapasitas yang dibutuhkan sebenarnya hanya sekitar 20% dari kapasitas yang dimiliki oleh server-server canggih tersebut. Bagi para pemilik bisnis, ini berarti pemborosan.

 

Dengan kata lain, bayangkan jika perusahaan memiliki lima server dengan investasi ribuan dollar untuk membeli piranti lunak (software), padahal, mestinya, satu server saja sudah bisa memenuhi kebutuhan perusahaan tersebut. Berarti kapasitas empat server yang lain tidak terpakai atau tidak diperlukan.

 

Selama bertahun-tahun, Windows server merupakan software yang sangat banyak digunakan dengan berbagai aplikasi penting yang sebenarnya tidak butuh kapasitas sebesar yang dimilikinya. Unix dan Linux dapat berfungsi lebih efisien; dengan kapasitas terpakai sekitar 50% kinerja Unix dan Linux bisa jauh lebih baik dari pada Microsoft. Sayangnya, server-server ini belum banyak digunakan.

 

Virtualisasi adalah tren yang belakangan banyak dibicarakan yang juga merupakan cara tepat untuk memangkas biaya server dan TI perusahaan.

Jika sebelumnya departemen TI mengatur server berdasarkan fungsi dan kebutuhan, misalnya ada server khusus untuk email, dokumen, akunting dan bahkan server khusus untuk printing. Dengan virtualisasi, semua fungsi tersebut dapat dilakukan antar mesin sehingga jauh lebih efisien.

Karena itu, virtualisasi kini menjadi pilihan menarik bagi dunia usaha dan organisasi mulai dari yang berukuran kecil hingga besar.

Selain menghemat biaya, simak beberapa alasan penting lain, mengapa makin banyak perusahaan harus segera melakukan virtualisasi:

 

Meningkatkan kinerja server

Virtualisasi dapat menjalankan dan membuka beberapa aplikasi rumit sekaligus.

 

Hemat biaya

Virtualisai menghemat biaya karena jumlah server yang dibutuhkan jadi lebih sedikit untuk melakukan berbagai program yang dibutuhkan perusahaan.

 

Hemat energi

Tingginya biaya penggunaan energi merupakan salah satu faktor meningkatnya pengeluaran perusahaan. Virtualisasi merupakan solusi tepat untuk menghemat energi dan meredam pengeluaran perusahaan.

 

Penyelamat data

Virtualisasi dapat menyimpan data, mampu melakukan replika jaringan, dan memiliki program untuk menghindari ‘bencana’ kehilangan data.

 

Meningkatkan fleksibilitas

Virtualisasi mampu menjalankan beberapa perintah komputer dari berbagai sumber secara otomatis.

 

Cara Melakukan Virtualisasi

Untuk memulai sistem virtualisasi, sebelumnya para penyedia sistem ini harus melakukan investasi waktu dan dana serta layanan professional. Namun seiring makin banyaknya industri yang menggunakan sistem ini, sekarang sudah tersedia standar yang makin memudahkan perusahaan melakukan virtualisasi.

 

1. Membuka kunci server untuk virtualisasi

Setelah menentukan server atau software mana yang akan di-virtualisasi (atau diduplikasi), pilih komponen mana yang akan dijalankan oleh software tersebut.

Jika Anda perlu membeli peranti keras (hardware) server yang baru, bandingkan pilihan yang ditawarkan secara teliti agar sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan.

Setiap server virtual secara fisik terlihat seperti komputer biasa yang berdiri sendiri – kenyataannya, kebanyakan server virtual menggunakan hanya satu server yang digunakan bersama.

 

2. Mudah digunakan dan digabungkan dengan yang lain

Penggunaan virtualisasi diawali dengan fungsi baru dari server lama yang dimiliki perusahaan, melakukan sambungan komponen peranti keras, lalu melakukan integrasi networking dan sistem penyimpanan. Saat hardware telah siap, pasang software virtualisasi, kemudian pindahkan aplikasi yang ada ke sistem virtual.

Dengan menggunakan software virtualisasi yang dapat secara langsung dipasang pada server, tidak dibutuhkan host operating system tersendiri, sehingga memudahkan vendor maupun perusahaan dalam melakukan integrasi atas piranti yang telah ada.

 

3. Meningkatkan kecepatan dengan biaya murah

Dengan virtualisasi, perusahaan dapat meningkatkan kerja server dan penyimpanan data, mengurangi biaya listrik termasuk untuk pendingin ruangan serta menghemat banyak tempat.

 

4. Keamanan jaringan virtualisasi

Sebagaimana komputer biasa, virtualisasi juga memiliki kekurangan, termasuk masalah keamanan. Untuk mengatasinya, setiap pengguna sebaiknya diberikan akses pribadi untuk dapat menggunakan sistem ini.

Sekarang, Anda dapat menghemat berbagai pengeluaran TI perusahaan dengan mudah.

Selamat datang di dunia virtualisasi!

Sumber:

1. InfoWorld (http://www.infoworld.com/article/08/04/07/15FE-cloud-computing-reality_1.html)

2. Citrix XenServer (http://citrix.com/English/ps2/products/product.asp?contentID=683148)

3. Microsoft enters virtualization with Windows server (http://uk.reuters.com/article/internetNews/idUKN2742106120080228)

4. The virtues of virtualization (http://www.edtechmag.com/higher/march-april-2007/the-virtues-of-virtualization.html)

Standard