Cisco, Networking

Fungsi ip loopback pada routing protokol ospf

Manfaat IP loopback pada router dan hubungannya routing protokol Ospf..
Jelaskan Summary Route dan Supernetting dan gunanya?

jawab

1. OSPF(open shortest path first) merupakan protokol link state yang memiliki convergence yang cepat. cara kerjanya yaitu, router mengenali seluruh tetangganya dengan paket data yang disebut LSA(link state advertisement), LSA ini berisi informasi routing yang akan disebarkan di antara router-router ospf. Untuk network yang multi akses, terdapat istilah yang disebut dengan DR (designated router) dan BDR (Backup designated router),yaitu router yang berfungsi untuk melakukan proses adjacency, di OSPF tidak semua tetangga akan menjadi adjacency (tergantung pada jenis network dan konigurasi dari router-router yang terlibat).

Nah, sekarang IP loopback, yaitu ip yang digunakan sebagai router id dalam interface-interface loopback. interface loopback sendiri adalah interface logikal, artinya interface ini secara nyata tidak ada atau virtual, oleh alasan inilah ip loopback sangat penting digunakan dalam router ospf.

Jika router ospf idak menggunakan ip loopback :
Secara default router-id dalam sebuah router diambil dari ip tertinggi, hal ini akan menjadi masalah ketika interface ini mati, maka yang akan dilakukan adalah memilih DR/BDR yang baru, akan tetapi jika kasus pada interfacenya mati-hidup dan seterusnya, maka pemilihan DR/BDR akan berulang-ulang dan tidak selesai, dan pertukaran LSA tidak akan terjadi sehingga proses convergence menjadi kacau…
ip loopback mengatasi permasalahan ini, karena ip loopback tidak akan down karena ip ini tidak menghubungkan ke suatu network tertentu atau interface nyata…
ip loopback di set dengan ip yang tertinggi yaitu dengan subnet mask 255.255.255.255…

 

2.Supernetting merupakan tenik pemgabungan dari beberapa alamat network menjadi satu alamat network dengan common Classles Inter-Domain Routing (CIDR) prefik routing. CIDR sendiri yaitu Eliminasi “class” dalam IP address yang hanya mengenal subnet. Superneting mengurangi ukuran dari routing table, secara performa konektivitas menjadi mudah, karena banyaknya network yang ada dijadikan 1. Sehingga router yang dijadikan summary route hanya memasukkan alamat network yang sudah di superneting saja, tidak semua network…

contoh :

terdapat 2 network yaitu,

172.16.2.132/30

172.16.2.120/30

karena octet pertama, kedua, dan ketiga mempunyai nilai yang sama yaitu 172.16.2

maka kita perhatikan octet ke 4, dan kita ubah ke bentuk binernya sehingga :

10000100

01111000

lakukan operasi AND sehingga menjadi 00000000

jadi, networknya 172.16.2.120/24

Advertisements
Standard
Cisco, Networking

Static Routing

nb: @gambar cuma ilustrasi

  • Router ke router : Serial
  • Router ke switch : FastEthernet (boleh pake Ethernet tapi lebih cepat FastEthernet)
  • Switch ke PC : FastEthernet
  • Konektor yang warna merah menggunakan Serial DCE, jadi saat konfigurasi harus disertakan clock rate 64000. Jika menggunakan Serial DTE tidak perlu clock rate.
  • (recommended) Sebaiknya menggunakan Routers yang Generic (Router-PT) agar kita tidak perlu menambahkan modul pada komponen router.
  • (recommended) Untuk Switches gunakan Generic (Switch-PT)
  • Konfigurasi ini menggunakan CLI (command-line interface)
Cara Konfigurasi Static Routing pada Packet Tracer
Setting router
1.       ROUTER 0 (setting 1 serial, 1 FastEthernet)
Router>en            // enable
Router#conf t        //configure terminal
Router(config)#int fa0/0 //setting interface dari router ke switch
Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0  //setting IP dan subnet mask
Router(config-if)#no shut    //mengaktifkan setting diatasnya
Router(config-if)#ex         //exit
Router(config)#
Router(config)#int s2/0      //setting interface serial di router 0
Router(config-if)#ip add 192.168.4.1 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000      //kecepatan clock
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
1.       ROUTER 1 (setting 2 serial, 1 FastEth)
Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 192.168.4.2 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 192.168.5.1 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

ROUTER 2 (setting 1 serial, 1 FastEth)

Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip add 192.168.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Router(config)#
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 192.168.5.2 255.255.255.0
Router(config-if)#clock rate 64000
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
Cara setting routing :
Router0:
Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 192.168.4.2 //
Router(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 192.168.4.2Router1 :
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 192.168.4.1
Router(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 192.168.5.2

Router2 :
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 192.168.5.1
Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 192.168.5.1

Standard
Networking

Routing

Pengertian Router

Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing.

Jenis-jenis Router

1. Router Aplikasi

2. Router Hardware

3. Router PC

Cara Kerja Router

Fungsi utama Router adalah merutekan paket (informasi). Sebuah Router memiliki kemampuan Routing, artinya Router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan informasi (paket) akan dilewatkan, apakah ditujukan untuk host lain yang satu network ataukah berada di network yang berbeda.

Jika paket-paket ditujukan untuk host pada network lain maka router akan meneruskannya ke network tersebut. Sebaliknya, jika paket-paket ditujukan untuk host yang satu network maka router akan menghalangi paket-paket keluar.

 

Routing adalah proses untuk memilih jalur (path) yang harus dilalui oleh paket. Jalur yang baik tergantung pada beban jaringan, panjang datagram, type of service requested dan pola trafik. Pada umumnya skema routing hanya mempertimbangkan jalur terpendek (the shortest path).

Terdapat 2 bentuk routing, yaitu:

Direct Routing (direct delivery); paket dikirimkan dari satu mesin ke mesin lain secara langsung (host berada pada jaringan fisik yang sama) sehingga tidak perlu melalui mesin lain atau gateway.

Indirect Routing (indirect delivery); paket dikirimkan dari suatu mesin ke mesin yang lain yang tidak terhubung langsung (berbeda jaringan) sehingga paket akan melewati satu atau lebih gateway atau network yang lain sebelum sampai ke mesin yang dituju.

Tabel Routing

Router merekomendasikan tentang jalur yang digunakan untuk melewatkan paket berdasarkan informasi yang terdapat pada Tabel Routing.

Informasi yang terdapat pada tabel routing dapat diperoleh secara static routing melalui perantara administrator dengan cara mengisi tabel routing secara manual ataupun secara dynamic routing menggunakan protokol routing, dimana setiap router yang berhubungan akan saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan memelihara tabel routing.

 

Tabel Routing pada umumnya berisi informasi tentang:

Alamat Network Tujuan

Interface Router yang terdekat dengan network tujuan

Metric, yaitu sebuah nilai yang menunjukkan jarak untuk mencapai network tujuan. Metric tesebut menggunakan teknik berdasarkan jumlah lompatan (Hop Count).

Contoh tabel routing pada MikroTik

 

Routed Protocol dan Routing Protocol

 

Routing Protocol  maksudnya adalah protocol untuk merouting. Routing protocol digunakan oleh router-router untuk memelihara /meng-update isi routing table. Pada dasarnya sebuah routing protocol menentukan jalur (path) yang dilalui oleh sebuah paket melalui sebuah internetwork.

Contoh dari routing protocol adalah

  1. BGP (Border Gateway Protocol)
  2. CDP (Cisco Discovery Protocol)
  3. CLNS (Connectionless Network Service)
  4. HSRP (Hot Standby Router Protocol)
  5. IGRP/EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)
  6. IP (Internet Protocol)
  7. IS-IS (Intermediate System-to-Intermediate System)
  8. MPLS (Multiprotocol Label Switching)
  9. Multicast
  10. NAT (Network Address Translation)
  11. OSPF (Open Shortest Path First)
  12. QoS (Quality of Service)
  13. RIP (Routing Information Protocol)

Routed Protocol (protocol yang diroutingkan) maksudnya adalah protokol-protokol yang dapat dirutekan oleh sebuah router. Jadi protocol ini tidak digunakan untuk membuild routing tables, melainkan dipakai untuk addressing (pengalamatan). Karena digunakan untuk addressing, maka yang menggunakan routed protocol ini adalah end devices (laptop, mobile phone, desktop, mac, dll). router akan membaca informasi dari protocol ini sebagai dasar untuk memforward paket.

Contoh routed protocol adalah IP, NetbeUI, IPX, Apple Talk dan DECNet.

 

 

  1.      Load balancing adalah proses dimana lalu lintas inbound protokol internet (IP) dapat didistribusikan di beberapa server. Load balancing meningkatkan kinerja dari server, mengarah pada pemanfaatan optimal dan memastikan bahwa tidak ada server tunggal kewalahan. Load balancing sangat penting untuk jaringan sibuk, di mana sulit untuk memprediksi jumlah permintaan yang akan dikeluarkan untuk server.
  2. neighbour router atau router tetangga  adalah Router  router yang berhubungan langsung atau yang berada di dalam satu jaringan .
  3. reliable

reliable arti nya di percaya, maka di sini saya simpulkan kriteria pertama yang digunakan oleh router untuk menentukan routing protocol yang harus dijalankan, jika terdapat dua routing protocol yang menyediakan jalur untuk tujuan yang sama.

  1. Cost

Cost adalah rute rute dalam routing table

  1.   Hop count

adalah suatu besaran jarak yang dipunyai oleh router untuk menentukan sebuah paket menuju kepadanya.

  1.     Metric

yaitu sebuah nilai yang menunjukkan jarak untuk mencapai network tujuan. Metric tesebut menggunakan teknik berdasarkan jumlah lompatan (Hop Count).

 

Paket hello

Merupakan proses Dalam membentuk hubungan dengan tetangganya, router OSPF akan mengirimkan sebuah paket berukuran kecil secara periodik ke dalam jaringan atau ke sebuah perangkat yang terhubung langsung dengannya.

Pada kondisi standar, Hello packet dikirimkan berkala setiap 10 detik sekali (dalam media broadcast multiaccess) dan 30 detik sekali dalam media Point-to-Point. Hello packet berisikan informasi seputar pernak-pernik yang ada pada router pengirim. Hello packet pada umumnya dikirim dengan menggunakan multicast address untuk menuju ke semua router yang menjalankan OSPF (IP multicast 224.0.0.5). Semua router yang menjalankan OSPF pasti akan mendengarkan protokol hello ini dan juga akan mengirimkan hello packet-nya secara berkala. Cara kerja dari Hello protocol dan pembentukan neighbour router terdiri dari beberapa jenis, tergantung dari jenis media di mana router OSPF berjalan.

 

Administrative distance (AD)

Dalam sebuah simulasi di packet tracer di bawah ini, saya masukkan beberapa routing protocol, untuk melihat mana yang lebih di utama kan oleh sebuah routing.

 

Masing masing router telah di masukkan 3 buah protocol yang berbeda, yaitu RIP, EIGRP, OSPF.

 

Dengan tepasang nya 3 buah routing protocol maka router akan memilih yang terpercaya, dalam pembentukan routing table.

Melihat gambar di atas, maka routing table yang terbentuk adalah EIGRP.

Administrative distance (AD) adalah fitur yang dimiliki oleh router untuk memilih jalur terbaik ketika terdapat dua atau lebih jalur menuju tujuan yang sama dari dua routing protocol yang berbeda. Administrative distance menyatakan “reliability” dari sebuah routing protocol. Tiap routing protocol diprioritaskan terhadap yang lain dengan bantuan besaran/nilai Administrative Distance (AD).

Standard